Mengenal Cryptocurrency

Instrumen Investasi: Mengenal Cryptocurrency dan Istilah Pentingnya!

“Dek, investasi itu penting. Instrumennya nggak cuma saham, reksa dana, emas dan lain-lainnya itu. Coba deh kamu mengenal cryptocurrency juga! Asyik kok!” kata seorang kenalanku yang sudah kuanggap sebagai kakak.

Dulu, aku nggak pernah kepikiran untuk berinvestasi. Buat apa juga? Toh aku cewek. Nantinya akan menikah. Urusan kebutuhan dan lain sebagainya adalah tanggung jawab suami. Begitulah pikiran norakku.

Tapi, saat bekerja di perusahaan perkebunan aku punya atasan yang baik banget. Dia mengajariku bahwa meski cewek. Kita juga kudu mikirin investasi. Karena nantinya ceweklah yang bakal jadi manager keuangan dalam rumah tangga.

Iya juga ya. Karena itulah aku mulai melek sama urusan investasi. Dan mulai mempelajari beberapa instrumennya. Salah satunya adalah instrument yang akan kubahas ini. Yuk kenalan sama cryptocurrency dan istilah pentingnya di sini!

Mengenal Cryptocurrency

Tahu nggak sih? Asal kata dari cryptocurrency?

Berdasarkan beberapa website yang aku baca, (jadi, inget salah satu dialog sinetron deh). Cryptocurrency berasal dari gabungan dua kata yaitu cryptography atau kode rahasia, dan currency atau mata uang.

Sehingga, cryptocurrency adalah mata uang digital yang terlindungi oleh kode rahasia. Kira-kira begitu ya, Gaes.

Sebenarnya, orang-orang sudah mengenal konsep kriptografi sejak jaman Perang Dunia II. Dulunya, pihak Jerman memakai konsep ini untuk mengirimkan kode-kode rahasia. Biar pihak lawan nggak mudah membacanya.

Ya gimana dong? Namanya juga kode rahasia. Pasti yang tahu ya cuma orang-orang yang punya kode itu. Selain mereka mah mana paham cara bacanya seperti apa. Iya nggak?

Bacaan Menarik Lainnya:

Dasar Cryptocurrency

Meskipun konsep kripto sudah ada sejak jaman Perang Dunia II. Tapi, masyarakat global baru mengenalnya mulai tahun 2008. Sampai sekarang, kita banyak menggunakan beberapa jenis aset kripto, yaitu:

  1. Litecoin,
  2. Ethereum,
  3. Ripple,
  4. Monero,
  5. Bitcoin,
  6. 10.000 lebih jenis aset kripto lain yang beredar di seluruh dunia.

Dasarnya cryptocurrency sendiri adalah blockchain yaitu sebuah sistem penyimpanan catatan setiap transaksi di seluruh jaringan komputer. Sistem ini bermaksud untuk menjaga ketertelusuran dan keamanannya.

Cara Kerja Blockchain

Cara Kerja Blockchain
Credit to www.pexels.com/id-id/@karolina-grabowska/

Ada pertanyaan, kalau misalkan cryptocurrency dasarnya dari blockchain. Lantas gimana cara kerja blockchain itu sendiri?

Pertanyaan yang bagus ya. Apalagi kita sedang membahas tentang mata uang virtual yang terlindungi oleh kode-kode rahasia. Kalau nggak tahu cara kerjanya, yang ada malah kitanya seolah nggak percaya kalau kripto adalah instrumen investasi yang bisa kita pilih. Iya nggak, Gaes?

Sederhananya, cara kerja blockchain tu begini. Semisal kita transfer bitcoin dari dompet crypto. Maka yang terjadi selanjutnya adalah sebagai berikut:

  1. Semua informasi dari transaksi itu, kayak nominal dan waktu akan tercatat dalam sebuah blok.
  2. Kemudian akan ada proses verifikasi transaksi dalam sistem jaringan komputer yang terdesentralisasi di seluruh dunia.
  3. Semua blok virtual itu punya kemampuan untuk mengidentifikasi masing-masing blok secara otomatis. Kemampuan ini yang kita sebut dengan hash (kode pengidentifikasi otomatis).
  4. Begitu punya hash, rantai blok tadi akan berada dalam blockchain sebagai catatan semua transaksi yang kita lakukan.

Begitu cara kerjanya, Gaes. Terdengar rumit ya. Tapi, kalau kita terbiasa melakukan transaksi dengan crypto kayaknya bakalan lebih mudah paham deh. Coba saja!

Bacaan Menarik Lainnya:

Istilah Penting untuk Mengenal Cryptocurrency

Biar semakin paham, ada beberapa istilah penting dalam crypto yang perlu kita ketahui. Sebelum kita memutuskan untuk memilih instrument investasi ini ya.

1. Bullish dan Bearish

Dua istilah ini terkait dengan pedagang cryptocurrency dan jenis investasi atau pasar lainnya (saham, obligasi). Bedanya adalah bullish adalah pedagang yang berpikir bahwa Bitcoin akan naik. Sedangkan bearish sebaliknya. Dia berpikir nilai Bitcoin akan turun seiring berjalannya waktu.

2. Forking

Forking adalah percabangan yang terjadi dalam blockchain dan membentuk aset kripto baru. Istilah ini ada kalau kita buat salinan dan codingan blockchain milik kita. Bukan cuma itu saja sih. Kita juga memodifikasi jaringan crypto itu.

3. Token

Kalau kita ngomongin token. Itu berarti kita ngomongin koin dalam setiap transaksi crypto. Jadi, istilah ini berarti kode digital yang mewakili sebagian kecil mata uang kripto. Begitu, Gaes.

Gimana? Tertarik sama instrumen investasi ini? Jangan lupa mengenal cryptocurrency lebih dekat dulu ya! Biar nggak merasa tertipu atau apalah saat sudah terjun ke dalamnya.

Setelah itu baru deh cari tahu cara bermain crypto. Semoga bermanfaat.

Bacaan Menarik Lainnya:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *